21 Komponen Kopling : Fungsi & Cara Kerja

KOMPONEN KOPLING

Komponen Kopling – Keberadaan kopling menjadi sangat penting guna membantu sistem transmisi bisa beroperasi serta menjaga putaran mesin dan itu bisa dilakukan kopling karena kopling ini merupakan sebuah rangkaian mekanis yang tersusun dari beberapa komponen yang saling berkaitan.

Kopling ini menghubungkan roda gigi transmisi dengan poros engkol untuk menggerakan roda belakang, kopling memiliki fungsi utama untuk merubah tingkat kecepatan mesin sesuai keinginan.

Sebuah kendaraan tidak akan bisa diatur tingkat kecepatannya tanpa adanya komponen ini, karena itulah mengapa peran kopling begitu penting/besar pada sebuah kendaraan. Kopling sendiri mempunyai jenis yang bervariasi, diantaranya seperti kopling manual, gesek, otomatis, plat ganda dan lain-lain.

Salah satu syarat performa kendaraan optimal dan dalam kondisi yang bagus, aman serta nyaman digunakan adalah dengan memastikan semua komponennya dalam kondisi baik, termasuk kopling ini. Nah untuk mengetahui lebih detail tentang komponen kopling, pada kesempatan kali ini Spbukita akan seputar hal tersebut. Jadi bagi yang ingin mengetahui lebih tentang komponen kopling ini, simak ulasan lengkap dari Spbukita mengenai komponen kopling berikut ini.

Komponen Kopling

KOMPONEN KOPLING.

Sebuah kopling akan bekerja dengan baik jika komponen penyusunnya dapat bekerja dan berfungsi sebagaimana mestinya, sebab kita tahu kopling tersusun atas beberapa komponen yang bekerja saling berkaitan dan menjadi satu kesatuan yang dinamakan sistem kopling. Pengetahuan mengenai komponen kopling sangat diperlukan untuk mengetahui apakah kopling sudah berkerja dengan baik atau belum, selain itu mengetahui komponen kopling juga akan memudahkan dalam perawatannya. Adapun komponen – komponen kopling adalah sebagai berikut :

1. Pedal Kopling (Clutch Pedal)

Komponen pertama dari sebuah kopling yaitu pedal kopling, pedal kopling ini bekerja sebagai komponen input yang nantinya akan mengendalikan kopling dimana cara kerjanya hampir mirip seperti pengungkit. Dihubungkan langsung ke push rod melaui engsel yang ada pada ujungnya, yang mana push rod inilah yang menghubungkan clutch pedal dengan piston master silinder kopling.

2. Release Bearing

Komponen ini bertugas untuk menyalurkan tekanan dari garpu pembebas (actuator cylinder), sehingga tekanan dapat digunakan untuk menekan pegas diafragma.

3. Clutch Cover (Tutup Kopling)

Tutup kopling bisa dibilang sebagai rumah untuk komponen lain seperti pegas diafragma dan pelat penekan. Komponen ini terpasang menyelimuti kanpas kopling dan terhubung langsung dengan flywheel, sehingga ketika flywheel berputar maka komponen ini ikut berputar.

4. Pelat Penekan (Pressure Plate)

Merupakan komponen kopling berbentuk pelat dari bahan besi dengan wujud piringan dan terdapat lubang di tengahnya. Pelat penekan memiliki fungsi untuk melanjutkan tekanan dari kampas kopling ke pegas diafragma.

5. Pelat Kopling

Fungsi dari plat kopling yaitu untuk menerima putaran mesin supaya dapat diteruskan ke transmisi. Terbuat dari material kuat seperti baja dengan dilapisi bantalas kampas, letaknya diantara roda gila dan plat penekan.

6. Master Silinder

Master silinder fungsinya adalah sebagai pengubah tenaga mekanis dari pedal kpling menjadi tekanan hidrolik. Master silinder terbagi menjadi dua bagian, yakni master silinder atas dan master silinder bawah.

7. Actuator Cylinder

Actuator cylinder berfungsi untuk mengubah tekanan hidrolik kembali menjadi tekanan mekanis, komponen ini terletak dibagian dalam kopling. Terdapat dua jenis actuator yang sering digunakan, yakni tipe luar dan tipe dalam.

8. Garpu Pembebas (Realese Fork)

Garpu pembebas berfungsi untuk mengubah tenaga mekanis dari actuator supaya dapat diteruskan ke release bearing, dimana prinsip kerjanya hampir sama dengan pedal yakni seperti pengungkit.

9. Hydraulic Clutch Pipe

Hydraulic clutch pipe berfungsi untuk mengalirkan tekanan hidrolik, terbuat dari material high pressure flexible karena tingginya tekanan hidrolik yang mengalair pada pipa.

10. Master Kopling Atas

Komponen ini terhubung langsung dengan push rod. Fungsi dari bagian ini adalah untuk menerima tekanan dari pedal kopling yang selanjutnya diteruskan ke master silinder kopling melalui cairan khusus (fluida).

11. Master Kopling Bawah (Power Clutch)

Fungsi power clutch adalah untuk menerima tekanan dari master silinder atas, dimana tekanan tersebut disalurkan melalui cairan khusus untuk selanjutnya diteruskan ke release fork.

12 Flywheel

Flywheel berbentuk piringan plat yang berfungsi memberikan putaran input dari mesin.

Fungsi Komponen Kopling

Fungsi Komponen Kopling

Performa kendaraan yang baik dan optimal tidak lepas dari fungsi dari komponen-komponenya yang bekerja sesuai seharusnya, salah satunya yaitu fungsi dari kopling dimana jika fungsi kopling bisa berjalan dengan baik maka keamanan dan kenyamanan selama berkendara akan didapatkan. Adapun fungsi dari kopling itu adalah sebagai berikut :

  1. Penghubung antara poros engkol dengan roda gigi transmisi
  2. Menciptakan perubahan tingkat kecepatan dari mesin
  3. Menciptakan pergerakan halus ketika melakukan perpindahan gigi
  4. Menciptakan pergerakan kendaraan lebih halus dengan mengangkat engine
  5. Menghentikan kendaraan tanpa harus mematikan kendaraan
  6. Performa rem jadi lebih baik pada saat harus menghentikan kendaraan secara mendadak.

Dengan melihat fungsi kopling tersebut diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa pentingnya memperhatikan komponen ini mengenai kelancaran dan cara kerjanya, sebab kerusakan sedikit saja akan berakibat atau mempengaruhi kelancaran perpindahan gigi dan kemampuan mesin.

Cara Kerja Kopling

Cara Kerja Kopling

Mengenai cara kerja kopling, bisa dilihat pada dua kondisi yaitu pada saat pedal ditekan dan saat pedal dilepaskan, berikut penjelasannya :

1. Cara Kerja Ketika Pedal Ditekan

Ketika pedal kopling ditekan saat itulah kopling pertama kali akan bekerja, dimana saat itu putaran mesin menuju transmisi akan terputus sehingga tekanan langsung dari mesin menuju transmisi tidak akan didapatkan. Hal ini bisa terjadi karena ketika pedal ditekan, hidrolik pada kopling akan memunculkan tekanan cairan di area actuator hidrolik karena adanya aliran fluida menuju release bearing. Hal itu secara otomatis akan menekan release lever sehingga plat pressure bergerak/terungkit dan selanjutnya akan menyebabkan plat kopling yang sebelumnya terjepit roda gila dan plat pressure akan terbebas dan menimbulkan adanya celah. Karena celah inilah putaran dari roda gila yang dialirkan ke plat kopling terputus.

2. Cara Kerja Ketika Pedal Dilepaskan

Ketika pedal dilepaskan, yang terjadi adalahc cairan aktuator akan hilang yang menyebabjan posisi release bearing kembali seperti semula dan tidak menekan release lever. Hal tersebut juga menyebabkan pegas kopling kembali menekan plat pressure sehingga menempel kembali ke plat kopling. Dengan begitu kopling kembali terjepit dan mengakubatkan putaran roda gila disalurkan ke plat kopling dan transmisi.

Akhir Kata

Nah itu dia ulasan dari Spbukita mengenai komponen kopling, semoga bisa bermanfaat dan juga membantu serta bisa menambah wawasan bagi para pembaca artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *