√ Jenis Jenis Bearing : Fungsi, Komponen & Pemasangan

JENIS JENIS BEARING

Jenis Jenis Bearing – Bearing dapat diartikan sebagai sebuah komponen atau bagian mesing dengan peran untuk membatasi gerak relatif yang menghubungkan antara dua bagian/komponen atau lebih agar dapat bergerak sesuai dengan arah yang diatur maupun sesuai keinginan sendiri.

Bearing atau sering disebut juga bantalan merupakan salah satu komponen dalam industri otomotif maupun nonotomotif yang memiliki fungsi untuk meminimalisir gesekan antara dua bagia atau komponen yang bergerak, sehingga perputaran yang terjadi menjadi lancar serta halus tanpa menimbulkan kerusakan pada komponen lain.

Menjadi salah satu komponen penting pada sebuah mesin, prinsip kerja bearing menggunakan mekanisme putaran untuk membangkitkan tenaganya. Hal tersebut bisa dilihat dari penggunaannya pada sebuah sepeda motor, sepeda motor bisa melaju karena ada objek yang berputar yaitu roda dan karena roda berputar maka diperlukan bearing, mengapa? karena kalau tidak memakai bearing, putaran kan terasa berat akibat terhambat oleh gesekan dua buah permukaan.

Bearing sendiri sangat beragam dan banyak jenis atau macamnya, nah untuk itu sesuai judul artikel diatas, dikesempatan kali ini Spbukita akan memberikan informasinya untuk Anda. Jadi bagi yang ingin mengetahui atau sedang mencaari informasi mengenai macam-macam bearing, komponen bearing, cara pemasangan dan sebagainya, bisa simak ulasan dari Spbukita tentang jenis jenis bearing berikut ini. Untuk mengetahui informasi tentang otomotif lainnya seperti FUNGSI RING PISTON BESERTA CARA KERJANYA atau FUNGSI CDI bisa dilihat pada artikel sebelumnya dari Spbukita.

Jenis Jenis Bearing

JENIS JENIS BEARING.

Jika dilihat dari tipenya, bearing terbagi menjadi dua tipe yaitu tipe solid bearing dan anti friction bearing. Tipe solid bearing dipakai pada mekanisme benda dengan porosnya berputar di permukaan bearing bagian dalam, dimana diantara poros dan bearing diberi lapisan oil film sehingga putaran poros jadi halus. Sedangkan tipe anti friction bearing dipakai untuk mengurangi gesekan pada dua benda yang berputar.

Berikut ini adalah jenis jenis bearing beserta penggunaanya yang sering digunakan dalam industri otomotif :

1. Jenis Split Half Bearing

Split Half Bearing

Split half bearing merupakan tipe solid bearing. Penggunaan bearing ini bisa dilihat pada poros putar crankshaft dan connecting rod, dimana crankshaft bearing cap yang menempel pada connecting rod memakai bearing ini (split half bearing). Umumnya pada bearing ini diberi tambahan lubang oli berupa alur sebagai tempat aliran oli untuk melumasi seluruh permukaan bearing.

2. Jenis Ball Bearing

Ball Bearing

Ball bearing merupakan salah satu jenis bearing tipe anti friction bearing yang umum atau paling banyak digunakan, penggunaan bearing ini tidak hanya pada industri otomotif dan mesin saja namun beberapa peralatan rumah tangga juga mengaplikasikan jenis bearing ini. Ball bearing mampu mengatasi beban putar/radial load serta beban tekan dari samping/thrust load, meski begitu disarankan menghindari peletakan beban terlalu berat pada bearing ini.

Cara kerja dari ball bearing yakni beban transfer dari bagian luar (outer race) akan diteruskan ke bagian bola-bola yang ada didalam bearing (inner race), dimana putaran halus terjadi karena minimnya kontak antara inner dan outer race.

3. Jenis Ball Thrust Bearing

Ball Thrust Bearing

Merupakan bearing tipe anti friction dimana penggunaanya khusus untuk proses tertentu yang membutuhkan putaran rendah dan tidak bisa dipakai untuk radial load, contoh penggunaanya yaitu pada kursi dan meja model putar.

4. Roller Bearing

Roller Bearing 1

Jenis bearing tipe anti friction bearing satu ini didesain khusus menahan beban horizontal maupun vertikal, karena itulah dirancang dengan bentuk roller silinder memanjang, dengan begitu beban tidak bertumpu pada stu titik.

5. Roller Thrust Bearing

Roller Thrust Bearing

Salah satu bearing tipe anti friction ini memiliki bentuk mirip dengan roller bearing, namun dari segi penggunaan keduanya berbeda karena roller thrust bearing merupakan jenis bearing yang mampu menahan beban berat, seperti misalnya pada gear set di gear box maupun transmisi.

6. Magnetic Bearing

Magnetic Bearing

Tipe bearing anti friction satu ini bisa dikatakan sebagai bearing paling modern, dimana cara kerjanya mengandalkan gaya magnet. Kelebihan magnetic bearing yakni mempunyai daya kerja sangat tinggi, dapat mengapung ditengah medan magnet serta tidak mudah meleleh. Penggunaan bearing ini bisa ditemui pada perangkat fly wheel.

7. Tapered Roller Bearing

Tapered Roller Bearing

Penggunaan Tapered roller bearing bisa dilihat di bagian poros roda mobil dan pada tromol mobil. Tapered roller bearing mampu menahan gaya tekan/putar beban dari kedua arah sekaligus (dalam dan luar) karena didesain memakai dua buah roller yang bersebrangan didalam dan diluar.

Bagian Bearing dan Fungsinya

Bagian Bearing dan Fungsinya

Sebuah bearing tersusun dari beberapa bagian yang bekerja saling berkaitan untuk menjalankan fungsi bearing bisa bekerja dengan baik dan maksimal. Adapun bagian-bagian dari bearing adalah sebagai berikut :

1. Komponen Yang Berputar/Bergulir

Bentuk bagian ini beragam, seperti silinder (roller), bola, dan cone/needle. Terbuat dari material plastic dan keramik.

2. Dua Buah Ring/Cincin Dengan Jalur (Raceway)

Dua buah ring tersebut yaitu ring dalam dan ring luar, fungsinya adalah untuk menahan supaya bola tetap berputar ditempat. Terbuat dari material tahan panas seperti chrome atau baja.

3. Seal

Bagian satu ini tidak semua bearing memilikinya. fungsinya adalah untuk menjaga pelumas tetap bersih dan mencegah kotoran/debu masuk ke bearing.

4. Cage

Kegunaanya adalah agar silinder/bola tidak saling berbenturan atau bergesekan serta tetap pada tempatnya.

Proses Pemasangan Bearing

Proses Pemasangan Bearing

Ketika akan memasang sebuah bearing ada beberapa tahapan yang harus diperhatikan agar bearing bisa tahan lama dan tidak cepat aus/rusak serta bisa berfungsi sebagaimana mestinya, berikut tahap-tahap proses pemasangan bearing :

  • Proses Balancing, yaitu memastikan komponen mesin yang dipasangi bearing harus benar-benar seimbang sehingga bearing bisa awet
  • Proses Allignment, yaitu mengatur setiap sumbu mesin dan pastikan sejajar
  • Proses Pemberian Beban, sesuaikan beban (apakah aksial atau radial) dengan jenis bearing
  • Proses Pengaturan Posisi, ketika memasang bearing harus memperhatikan posisi karena akan sangan berpengaruh terhadap keadaan bearing selanjutnya.

Akhir Kata

Demikian pembahasan mengenai jenis jenis bearing yang bisa Spbukita bagikan, semoga bisa bermanfaat dan juga membantu serta bisa menambah wawasan bagi para pembaca artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *