√ Penyebab Oli Power Steering Bocor : Akibat & Solusi

Penyebab Oli Power Steering Bocor

Penyebab Oli Power Steering Bocor – Tidak seperti mobil zaman dulu, sekarang ini semua mobil keluaran terbaru sudah memakai sistem power steering. Sistem power steering ini dibuat untuk memudahkan dalam mengendalikan kendaraan sebab dengan adanya power steering ini beban pengemudian menjadi ringan.

Sistem Power steering terbagi menjadi dua macam tipe, yaitu tipe Hidrolik dan tipe Elektrik. Pada tipe power steering hidrolik digunakan cairan fluida yakni oli power steering. Sedangkan pada tipe elektrik atau elektronik power steering (EPS) tidak menggunakan cairan fluida.

Selain sebagai pelumas, oli pada power steering juga berfungsi untuk menyalurkan tenaga dari pompa power steering ke steering rack. Artinya oli pada power steering lebih condong ke fungsi fluida hidrolik. Salah satu permasalahan yang terjadi pada power steering yaitu oli power steering bocor, hal tersebut biasanya ditandai dengan muncul suara mendengung ketika setir dibelokan, suara kasar dari pompa, setir terasa berat. Jika terjadi hal seperti tersebut, hendaknya segera lakukan pengecekan, sebab jika dibiarkan kerusakan bisa meremnet ke bagian pompa dan steering rack.

Sebenarnya pada saat awal-awal oli power steering bocor tidaklah menimbulkan gejala apapun, gejala akan terasa atau muncul ketika oli didalam power steering sudah berkurang ke level minim. Lalu apa saja penyebab oli power steering bocor? Nah untuk itu dikesempaatan kali ini Spbukita akan memberikan informasi mengenai hal tersebut, yakni penyebab dari oli power steering bocor. Jadi bagi yang penasaran atau ingin mengetahui penyebab oli power steering bocor, simak ulasan lengkap dari Spbukita mengenai penyebab oli power steering bocor berikut ini.

Penyebab Oli Power Steering Bocor

Penyebab Oli Power Steering Bocor.

Banyak penyebab yang bisa mengakibatkan oli di power steering bocor, namun umumnya ada tiga hal paling sering ditemui dari kasus bocornya oli power steering. Penyebab penyebab itu yaitu sebagai berikut :

1. Seal Steering Rack Bocor

Penyebab pertama oli power steering bocor yakni seal steering rack yang rusak/bocor. Bocor nya seal steering rack biasanya ditandai atau dapat dilihat dari munculnya titik-titik oli di sepanjang jalan ketika mobil berjalan. Fungsi atau keberadaan seal adalah untuk mencegah kebocoran minyak rem yang terdapat pada as power steering, maka jika seal rusak/retak sedikit saja maka oli sudap pasti akan bocor.

Seal steering rack bocor tidak akan terlihat ketika mobil dalam keadaan terparkir/berhenti, berbeda jika mobil pada kondosi berjalan/dikemudikan. Hal ini karena seal steering yang bocor akan semakin terlihat kaarna sebab steering rack akan ditumpahi oli rem dengan tekanan tinggi dibanding pada saat mobil diam/terparkir.

Namun untuk memastikan bocor atau tidaknya seal steering rak, sebaiknya segera lakukan pengecekan dengan cara menghidupkan mesin mobil lalu gerakan setir kekiri dan kanan. Dan jika ternyata setelah setir digerakan diaspal ditemukan titik-titik tetesan oli, bisa dipastikan atau sebagai tanda bahwa seal steering rack bocor.

2. Klem Selang Kendor atau Terlepas

Penyabab oli power steering bocor kedua yaitu karena klem selang kendor atau bahkan terlepas. Seperti kita ketahui bahwa selang power steering biasanya dipasang dan diklem menggunakan klem pegas/klem skrup.

Dengan usia pakai lama serta jarangnya pengecekan sebuah klem yang termakan usia bisa saja akan kendor karena sudah rapuh, akibatnya tidak dapat lagi menahan selang untuk tetap kuat melekat pada dudukanya dam selanjutnya oli power steering bisa keluar atau bocor. Selain karena sudah rapuh dan kendor, klem yang kurang pas posisinya juga bisa menjadi penyebab oli bocor, jadi pastikan pada saat memasang klem sudah pas pada posisinya.

3. Selang Retak atau Pecah

Kemudian penyebab oli power sterring bocor berikutnya adalah karena selang retak atau sudah pecah. Biasanya kerusakan pada selang bisa terjadi karena usia pakai lama serta seringnya menerima panas dari mesin. Dengan retaknya selang maka bisa dipastikan oli power steering akan akan bocor.

Namun biasanya kebocoran tidak akan terlihat karena hanya berupa rembasan oli disela sela keretakan selang, sehingga tidak terlihan karena jumlahnya sedikit, tapi jika diperhatikan secara seksama dan disentuh maka akan terasa jika terjadi kebocoran..

Akibat Dari Oli Power Steering Bocor

Akibat Dari Oli Power Steering Bocor

Sedikit telah dijelaskan diatas bahwa, awal kebocoran oli tidak akan menimbulkan gejala apapun, namun jika kebocoran dibiarkan dan mengakibatkan oli didalam sistem power steering menyentuh atau bahkan melewati batas minimal bisa jadi akan mengakibatkan kerusakan yang cukup parah.

Permasalahan atau kerusakan yang terjadi biasanya akan ditandai dengan hal-hal yang tidak sewajarnya, seperti misalnya terdengar suara mendengung pada saat setir dibelokan, setir terasa berat ketika dibelokan (tidak seperti biasanya), serta suara kasar yang berasal dari pompa. Jika tanda-tanda tersebut sudah muncul, segeralah lakukan pengecekan supaya bisa cepat teratasi dan kerusakan tidak menjalar ke komponen/bagian lain, seperti pompa dan steering rack.

Jika kedua bagian tersebut yaitu pompa dan steering rack rusak, maka akan sulit diperbaiki dan sekalipun bisa diperbaiki kemungkinan untuk rusak kembali akan sangat mungkin terjadi. Jadi solusi terbaik adalah melakukan penggantian dengan yang baru, namun mengganti dengan yang baru dibutuhkan biaya yang tidak sedikit yaitu sekitar 2 jutaan.

Maka dari itu rajin-rajinlah mengecek volume oli power steering, bila perlu setiap kali akan mengemudi/berkendara terlebih dahulu mengecek volume oli power steering. Cara mengeceknyapun cukup mudah, hanya tinggal memeriksa/melihat reservoir oli power steering, letaknya biasanya didekat mesin.

Akhir Kata

Demikian pembahasan mengenai penyebab oli power steering bocor yang bisa Spbukita bagikan, semoga bisa bermanfaat dan juga membantu serta bisa menambah wawasan bagi para pembaca artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *