Abdullah Ginanjar Seorang Teknisi Yang Sekarang Ini Aktif Di Dunia Blogger

6 Jenis Shock Absorber : Fungsi, Komponen & Cara Kerja

Jenis Shock Absorber

Jenis Shock Absorber – Ada berbagai faktor penunjang kenyamanan berkendara, salah satunya adalah SISTEM SUSPENSI yang telah di lengkapi dengan Shock Absorber. Shock Absorber memiliki peranan sebagai peredam getaran naik turun pegas.

Bisa di bayangkan jika Shock Absorber mengalami kendala atau tidak berfungsi. Kenyamanan berkendara akan terganggu saat melewati medan ataupun jalan yang tidak rata.

Jika sistem suspensi hanya di topang dengan pegas saja dan tidak di lengkapi dengan Shock Absorber, maka bukan saja tingkat kenyamanan yang menjadi masalah, namun tingkat kestabilan kendaraan tidak terjaga. Untuk komponen Shock Absorber pada suspensi sangat penting sekali.

Pemasangan Shock Absorber bekerja melawan gaya oskilasi naik turun, prisip kerjanya di topang juga dengan minyak khusus sebagai pelumas untuk menghasilkan peredaman terhadap naik turun pegas. Berikut ini spbukita.com akan membahas tentang beberapa jenis Shock Absorber berdasarkan cara kerjanya.

Jenis Shock Absorber

Jenis Shock Absorber

Berbicara jenis Shock Absorber, salah satu komponen sistem suspensi ini memiliki jenis yang berbeda, perbedaan tersebut terbagi berdasarkan cara kerjannya dan konstruksi yang berbeda.

1. Shock Absorber Berdasarkan Kinerjannya

Berdasarkan kinerjanya Shock Absorber memiliki 2 jenis yang berbeda, berikut ini adalah jenis Shock Absorber yang memilki 2 cara kerja yang berbeda.

  • Shock Absorber Multi Action (Kerja Ganda)
Shock Absorber Multi Action Kerja Ganda 1

Shock Absorber jenis ini mampu memberikan peredaman dari dua sisi, secara sederhana peredaman saat kondisi kompresi (memendek) dan saat ekspansi (memanjang).

Shock Absorber dengen kempuan ganda ini mampu memberekian efek redam yang lebih baik dari pada Shock Absorber kemampuan tunggal, Shock Absorber jenis ini mampu memberikan kesetabilan kendaraan saat berjalan dan saat melakukan pengereman.

  • Shock Absorber Single Action (Kerja Tunggal)
Multi Tunggal

Shock Absorber jenis ini hanya mampu meredam saat berekpansi atau memanjang, namun saat berkompresi Shock Absorber jenis ini tidak mampu untuk melakukan peredaman.

Shock Absorber dengan kemampuan tunggal juga hadir bukan tanpa kelebihan, Shock Absorber jenis ini sangat cocok di gunakan pada jalanan yang kasar.

2. Shock Absorber Berdasarkan Konstruksinya

Shock Absorber berdasarkan konstruksinya, Shock Absorberdi bagi menjadi dua jenis, yakni Shock Absorber dengan twin tube atau dua tabung dan Shock Absorber dengan mono tube.

  • Shock Absorber Twin Tube
Twin Tube

Shock Absorber ini memiliki dua tabung yang dapat di gunakan sebagai media redam. Katup PISTON mampu menghasilkan gaya redaman stroke yang dapat di perluas, sementara katup dasarnya mampu memberikan gaya reduksi pada stroke dalam kondisi kontraksi.

  • Shock Absorber Mono Tube
Mono Tube

Selanjutnya adalah Shock Absorber mono tube merupakan salah satu jenis suspensi yang memiliki satu tabung untuk mengatur inline yang di gunakan untuk menampilkan ruang gas dan juga minyak. Shock Absorber mono tub memilki katup piston yang mampu menghasilkan gaya redam yang sangat baik saat kondisi memanjang ataupun pada saat kontraksi.

3. Shock Absorber Berdasarkan Medium Kerja

Berdasarkan medium kerja Shock Absorber 2 jenis yang berbeda, namun secara keseluruhan prinsip kerjanya hampir sama. Berikut ini 2 jenis Shock Absorber yang di bagi berdasarkan medium kerjanya.

  • Shock Absorber Hidralus

Shock Absorber berdasarkan medium kerja salah satunya adalah Shock Absorber hidralus. Jenisn Shock Absorber ini bekerja dengan menggunakan minyak sebagai medium kerjanya.

  • Shock Absorber Isi Gas
Shock Absorber Isi Gas

Shock Absorber berikutnya adalah Shock Absorber menggunakan media gas pada medium kerjanya. Jenis gas yang di gunakan adalah nitrogen. Nitrogen tersebut harus memiliki temperatur yang terjaga dengan baik, yaknis untuk temperatur rendah 10 – 15 kg/cm3 dan saat temperatur tinggi 20 – 30 kg/cm3.

Fungsi Shock Absorber

Secara keseluruhan, sistem suspensi berfungsi sebagai peredam kejut dan getaran, dan juga sebagai penunjang sistem pengereman. Kemudian Shock Absorber juga dapat mampu mengkonversikan energi aksial dari implus kejut menjadi energi panas, dan menambah ketinggian kendaraan.

Cara Kerja Shok Absorber

Shock Absorber memiliki sitem berkeja menerima gerakan dari rangka dengan poros roda. Pada proses tersebut membuat tabung dan silinder Shock Absorber bekerja secara memanjang dan memendek.

Pada proses tersebut, Shock Absorber akan bekerja dengan meredam melalui komponen hidrolik atau gas, tergantung dengan pemakain media redam itu sendiri.

Komponen

Shock Absorber memiliki komponen dasar yang sangat penting, setiap komponen memiliki fungsi dan kinerja masing-masing. Berikut ini Shock Absorber dan berbagai fungsinya.

1. Silinder

Salah satu komponen Shock Absorber yang satu ini adalah untuk tempat pelumasan Shock Absorber. Selain itu adanya silinder juga merupakan ruang untuk naik turunnya piston.

Selain itu salah satu komponen Shock Absorber, pergerakan piston juga dapat dikendalikan berkat adanya silinder. Dengan begitu oksilasi spring mampu di tahan.

2. Piston

Berikutnya adalah piston, yang tak kalah pentingnnya dari salah satu komponen Shock Absorber. Komponen ini berfungsi sebagai penekan atau mengkompresi fluida, dengan demikian volume silinder dapat berfungsi sebagai mana mestinya. Fluida juga mampu menahan gerakan piston dalam menahan oksilasi.

3. Piston Rod

Berikutnya adalah piston road, komponen yang satu ini berfungsi untuk menghubungkan piston dan roda. Adanya komponen ini maka pergerakan piston dapat di sesuaikan dengan kondisi roda. Dalam meredam kejutan saat melintasi medan, piston rod akan terdorong dan akan menekan piston, dengan demikian proses kompresi akan terjadi.

4. Piston Valve

Berikutnya adalah piston valve, komponen yang satu ini berfungsi untuk memutuskan hubungan antara ruang di atas piston dan ruang bawah piston. Dengan demikian minyak atau fluida dalam Shock Absorber bisa di kendalikan alirannya.

5. Fluida Shock Absorber

Fluida atau minyak dalam Shock Absorber, berfungsi sebagai pelumasan dalam Shock Absorber dan mampu meredam oksilasi. Komponen ini mempunyai dua jenis, bisa berbentuk gas ataupun minyak pelumas.

Demikian adalah ulasan tentang 6 Tipe Shock Absorber, Fungsi, Cara Kerja dan berbagai komponen penting di dalamnya. Semoga apa yang kami Informasikan bermanfaat untuk anda.

Abdullah Ginanjar Seorang Teknisi Yang Sekarang Ini Aktif Di Dunia Blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *