Fungsi Tensioner Pada Rantai Keteng Harus Kalian Ketahui

Mengetahui tentang komponen motor memang sangat penting sekali terutama bagi kalian para rider, karena dengan sedikit tahu tentang dunia otomotif. Maka kita tidak dibingungkan ketika motor kesayangan mengalami sebuah masalah, semisalnya saja mesin motor agak kasar. Kita bisa ambil kesimpulan bisa tensioner rusak sehingga rantai keteng tidak bekerja dengan baik, karena fungsi tensioner sendiri akan berkaitan langsung dengan rantai keteng.

Akan berbeda jauh jika pengguna motor hanya sekedar menggunakan saja tanpa sedikit mengetahui tentang mesin pada motor. Pastinya akan merasa bingung dengan suara kasar ketika mesin mulai dihidupkan, pastinya tidak akan tahu pokok permasalahan kenapa bisa kasar suara mesinnya. Nah inilah salah satu keuntungan jika kalian sedikit tahu tentang motor, sehingga bisa menarik kesimpulan beberapa penyebabnya.

Didalam sebuah mesin kendaraan roda dua atau motor memang ada cukup banyak komponen dengan fungsinya masing-masing. Contoh saja noken AS memiliki tugas untuk membuka dan menutup katup pada saat proses pembakaran terjadi. Lalu seher atau piston juga memiliki fungsi sendiri-sendiri, sama halnya dengan tensioner. Pada komponen ini memang memiliki fungsi tidak begitu seberapa, namun bisa tensioner mulai rusak maka akibatnya juga fatal.

Dari sekian banyak pengalaman para pengguna motor, kebanyakan tidak terlalu memperhatikan komponen satu ini. Karena seperti kita ketahui bila Tensioner ini memiliki umur sangat panjang, jadi jarang sekali dalam service rutin untuk cek komponen ini. Meskipun begitu kita tetap harus tahu ciri-ciri tensioner rusak, jenis tensioner dan fungsinya. Jika anda penasaran dengan kompone ini, maka simak saja ulasan dari Spbukita.com berikut ini.

Fungsi Tensioner Pada Rantai Keteng

Fungsi Tensioner Pada Rantai Keteng

Dalam hal mengecek masih layak atau tidak, masih berfungsi dengan baik atau tidak memang sangat mudah dan bahkan kita tidak perlu untuk membongkar mesin. Karena Tensioner terletak pada cop mesin tengah atau lebih tepatnya pada sisi kanan mesin dari sebuah motor. Nah disini Spbukita.com akan lebih dalam membahas seputar Tensioner pada motor.

Fungsi Tensioner

Tensioner akan terhubung langsung dengan komponen bernama Rantai Keteng, dimana komponen ini berfungsi untuk menerima putaran langsung dari crankshaft yang mana untuk menghubungkan ke camshaft pada bagian kepada silinder. Nah itulah kenapa Tensioner memiliki peran sangat penting terhadap mesin pada sebuah motor, meski terlihat sangat sepele.

Pada komponen ini memiliki fungsi untuk menjaga ketegangan rantai keteng agar tetap stabil ketika mesin mulai dihidupkan. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga kestabilan dari rantai keteng agar tidak kendor maupun terlalu kencang. Cara Kerja Tensioner juga sangat simpel sekali yakni sebagai penekan rantai keteng, bila komponen rantai keteng mulai kendor.

Ciri-Ciri Tensioner Rusak

Ciri Ciri Tensioner Rusak

Untuk mengetahui apakah Tensioner sudah aus atau tidak memang sangat mudah sekali, karena kita cukup kenali saja dari suara mesin motor kalian semua apakah halus atau kasar. Jika suara motor agak kasar, kemungkinan besara jika tensioner sudah mulai aus dan cara mengatasinya cukup diganti dengan baru apabila kalian tidak ingin repot untuk mengakalinya. Berikut ini beberapa ciri tensioner rusak harus kalian ketahui.

  • Muncul suara gemercik ketika motor sudah mulai panas pada saat motor dijalankan
  • Lalu cara kedua ialah dengan cara menekan tombol pada ujung tensioner, apabila anda merasa bisa menekan berarti masih layak dan bila tidak bisa ditekan berarti sudah aus atau rusak

Jenis Tensioner Motor

Jenis Tensioner Motor

Perlu kalian ketahui juga, bila tensioner memiliki tiga jenis dimana setiap jenisnya memiliki pengaturannya masih-masing. Sedangkan untuk fungsinya dari ketika jenis komponen ini tetap sama yakni sebagai penekan atau menstabilkan tegangan rantai keteng agar tidak kendor maupun terlau keras. Disini kami akan jelaskan ketiga jenis tensioner beserta pengaturannya masing-masing secara detailnya.

Tensioner Manual

Untuk jenis pertama manual, jika dilihat dari namanya juga sudah paham bila komponen ini memiliki pengaturan secara manual. Sehingga setiap kali service harus dicek secara manual, apakah posisi sudah benar atau tidak.

Tensioner Semi Otomatis

Lalu jenis kedua semi otomatis, pada jenis ini dapat dikatakan lebih mudah bila dibandingkan dengan jenis manual. Karena dalam mengatur ketegangan rantai keteng cukup melonggarkan batang pada penahan batangnya, biasanya terletak pada bagian tengah.

Tensioner Otomatis

Lalu pada jenis terakhir sangat mudah sekali, dilihat dari namanya saja sudah otomatis maka pengaturannya juga otomatis. Sehingga pengguna tidak perlu repot-repot untuk mengatur seperti kedua jenis lainnya, pasalnya secara otomatis tensioner akan mengatur ketegangan dari rantai keteng.

Tips Ketika Tensioner Rusak

Sebelum kalian memvonis salah satu komponen penyebab mesin motor berbunyi kasar, maka sebaiknya dicek terlebih dahulu. Semisalnya mesin mengeluarkan suara agak kasar ketika motor sudah panas dan dijalankan maka bisa ambil kesimpulan jika tensioner sudah aus.

Untuk mengatasinya cukup mudah sekali, kalian harus ketahui terlebih dahulu jenis tensioner pada motor kalian. Karena ada tiga macam yakni manual, semi otomatis dan otomatis. Setelah mengatahui jenisnya maka kalian cukup ganjal saja dengan seng kaleng atau komponen lainnya. Bila tidak berhasil juga maka ambil cara tepat, cepat dan mudah yakni dengan mengganti yang baru.

Nah itulah beberapa informasi dapat Spbukita.com sampaikan akan fungsi dari Tensioner bisa disampaikan. Dengan mengetahui fungsi dan ciri-ciri tensioner rusak , kita bisa mengetahui kenapa mesin motor berbunyi kasar. Sekiranya cukup sekian informasi kali ini, semoga saja artikel diatas bisa membantu kalian semuanya.

You May Also Like

About the Author: Abdullah Ginanjar

Seorang Teknisi Yang Sekarang Ini Aktif Di Dunia Blogger