√ SST Otomotif : Jenis-jenis & Fungsinya

SST Otomotif

SST Otomotif – Bagi orang yang kesehariannya berkecimpung di bidang otomotif tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah yang sati ini, yakni SST Otomotif. SST Otomotif merupakan kependekan dari Special Service Tool, dimana ini merupakan peralatan spesial yang dibikin guna membantu menyelesaikan pekerjaan atau permasalahan yang berkaitan dengan perbaikan komponen otomotif.

Jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia Special Service Tools (SST) dapat diartikan sebagai peralatan servis yang memiliki kegunaan khusus untuk menangani pekerjaan tertentu yang tidak bisa dikerjakan dengan memakai peralatan otomotif bengkel standar. Jadi fungsi dari SST Otomotif ini tidak bisa tergantikan oleh peralatan lain demi mencegah kerusakan menjadi semakin parah.

Pada tiap-tiap kendaraan mempunyai SST Otomotif berbeda-beda menyesuaikan tipe dan merk dari kendaraan tersebut, jadi pengertian yang lebih spesifik dari SST otomotif yaitu alat yang khusus dibuat oleh pabrikan mobil guna memasang ataupun melepas komponen kendaraan atau mobil. Perbedaan SSTotomotif disebabkan karena beberapa komponen mobil dibuat sedikit berbeda, yang mengakibatkan komponen tersebut tidak bisa dipasang atau dilepas hanya dengan menggunakan peralatan lain, artinya dibutuhkan peralatan khusus dari pabriknya.

Namun demikian sekarang ini terdapat juga SST otomotif bersifat universal, artinya bisa digunakan untuk semua merk kendaraaan. Lalu alat apa sajakah yang termasuk SST otomotif universal tersebut? Nah untuk itu di kesempatan kali ini Spbukita akan memberikan informasinya untuk anda. Jadi bagi yang ingin mengetahuinya, simak ulasan lengkap dari Spbukita mengenai SST Otomotif berikut ini.

Fungsi SST Otomotif

Fungsi SST Otomotif

Diatas telah dijelaskan bahwa SST otomotif merupakan peralatan yang secara khusus dibuat guna menangani suatu pekerjaan yang sulit dan rumit, dari situ terlihat jelas bahwa fungsi dari SST Otomotif ini adalah untuk mempermudah sekaligus mempersingkat waktu dalam penyelesaian sebuah pekerjaan perbaikan. Jadi ketika menggunakan SST otomotif, pekerjaan akan jadi lebih mudah dan cepat selesai jika dibandingkan dengan memakai peralatan otomotif bengkel lainnya.

Sebagai contoh ketika mendapati pekerjaan membuka saringan oli/oil filter, tanpa alat khusus pembuka saringan oli atau SST otomotif pekerjaan tersebut akan sangat susah dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Jenis Jenis SST Otomotif

Jenis Jenis SST Otomotif

Ada banyak jenis peralatan SST otomotis yang bisa ditemui dalam sebuah pekerjaan perbaikan komponen kendaraan. Berikut beberapa jenis peralatan yang masuk dalam SST otomotif :

1. Adjustable C Spanner (Fixed C Spanner)

Merupakan salah satu jenis SST otomotif yang dugunakan untuk melepas maupun memasang beberapa komponen kendaraaan, diantaranya seperti cylinder rod head, sprocket retaining nut, spanner nut dan lain sebagainya. Alat ini memiliki bentuk seperti box end wrench yang terpotong.

2. Ball Joint Separator (Tracker Ball Joint)

Ball joint separator atau Tracker Ball Joint disebut juga remover merupakan jenis SST otomotif dengan fungsi untuk memisahkan ball joint yang ada di sistem kemudi dari dudukannya. Alat ini tersedia dalam tiga tipe, yakni drafter ball joint splitter (fork), ball joint splitter puller dan splitter scissor & amp. Dari ketiga jenis tipe tersebut memiliki fungsi sama meskipun memiliki nama berbeda.

3. Bearing Puller Attachment

Alat SST otomotif ini digunakan untuk melepas bantalan pada komponen yang posisinya tidak dapat dijangkau oleh kaki puller.

4. Camshaft Lock Holder

Camshaft lock holder merupakan jenis alat SST otomotif yang berfungsi untuk membantu membuka serta mengencangkan baut pengikat camshaft sprocket, di proses pengencangan ini, digunakan bantuan alat bernama kunci momen sehingga katup/valve tetap aman (karena camshaft tidak akan ikut berputar).

5. Clamp-G

Clamp-G digunakan sebagai penahan benda kerja ketika akan diikat atau dibentuk agar tidak berubah. Dengan menggunakan alat SSTotomotif ini, pekerjaan akan menjadi lebih mudah dan aman karena dapat menahan benda pada pengerjaan di meja.

6. Clutch Aligning Tool

Clutch Aligning Tool memiliki fungsi untuk memposisikan kampas kopling atau clutch disk sehingga berada lurus di tengah sebelum mengencangkan baut plat penekan (baut clutch cover) yang, mana posisi lurus ini akan membuat pemasangan input shaft transmisi ke clutch jadi lebih mudah.

7. Coil Spring Compressor

Fungsinya yaitu untuk memberi tekanan pada pegas coil shock absorber, penekanan per shock dilakukan agar pegas memendek sehingga shock absorber mudah dilepas maupun dipasang.

8. Compression Tester

Compression tester memiliki fungsi untuk mengukur tekanan kompresi silinder mesin. Dengan alat SST otomotif ini besarnya tekanan kompresi silinder mesin dapat diketahui pada saat pengukuran.

9. Diesel Injector Tester

Ini merupakan salah satu jenis alat ukur tekanan. Diesel Injector Tester fungsinya yaitu untuk menunjukan besarnya tekanan penyemprotan nozzle, kebocoran nozzle, dan pattern (bentuk penyemprotan pada injektor mesin diesel)

10. Differential Flange Holder

Alat SST otomotif ini fungsinya yaitu untuk menahan flange pinion agar tidak berputar ketika akan dilepas, sebab untuk mempermudah dalam proses pelepasannya flange pinion pada differential (gardan) harus ditahan.

11. Disc Brake Piston Compressor

Disc brake piston compressor merupakan jenis alat SST otomotif yang digunakan untuk membantu memasukkan piston brake ke dalam kapiler dengan cara mendorong maupun menekannya. Penggunaan alat ini umumnya pada proses pemasangan kampas rem baru atau setelah seal piston rem diganti.

12. Hidrometer

Hidrometer merupakan alat SST otomotif yang dipakai untuk mengukur berat jenis elektrolit pada air aki (battery), sebagai tanda kondisi aki apakah masih bagus atau harus di cas ulang.

13. Impact Driver (Obeng Ketok)

Fungsinya yaitu untuk mengencangkan maupun melepas sekrup hingga tingkat kekencangan tertentu yang dibutuhkan komponen. Penggunaanya biasanya pada sekrup yang susah atau tidak dapat dilepas menggunakan obeng biasa.

14. Oil Filter Wrench

Merupakan jenis alat SST yang berfungsi untuk membantu proses pelepasan maupun pemasangan komponen oil filter jenis spin oil. Oil filter wrench memiliki beberapa jenis model, diantaranya seperti model strap, model rantai, dan model cup.

15. Oil Seal Protector Sleeve

Oil seal protector sleeve sering digunakan pada proses pemasangan perapat oli atau oil seal, fungsinya yaitu untuk membantu memasang oil seal ke dalam shaft tertentu agar tidak bersentuhan dengan komponen lain sehingga kerusakan oil seal dapat dihindari/dicegah.

16. Oil Seal Puller

Oil seal puller digunakan untuk melepas perapat oli atau oil seal yang terdapat pada poros belakang kendaraan roda empat, transmisi, dan semacamnya. Cara menggunakanya yaitu dengan mencongkel oil seal dari sisi bagian dalam seal.

17. Piston Ring Compressor

Fungsinya yaitu untuk mempermudah proses memasang piston ke dalam blok silinder mesin. Cara kerjanya yakni dengan memberi tekanan meyeluruh pada ring piston setelah terpasang pada piston.

18. Piston Ring Plier

Merupakan jenis alat SST yang fungsinya untuk memasang maupun melepas ring piston. Dengan Piston ring plier ini, ring piston akan direnggangkan sehingga nantinya ring piston akan mudah dipasang maupun dilepas.

19. Sliding Hammer

Sliding hammer berguna untuk membantu melepaskan suatu komponen dari kedudukannya, khususnya komponen yang memiliki beban besar. Biasanya digunakan untuk memukul komponen yang tidak bisa dilakukan atau terjangkau oleh palu atau hammer biasa.

20. Screw Extractor

Jenis alat SST ini digunakan untuk mempermudah mengeluarkan baut yang patah dan terjebak didalam lubang. Ini bisa terjadi karena ada kalanya terdapat kerusakan baut terjadi pada komponen kendaraan yang telah rapuh dan berkarat sehingga patah.

21. Torque Wrench (Kunci Momen)

Torque wrench berguna untuk memastikan baut dan mur telah mencapai momen kekencangan sesuai dengan kebutuhan dengan cara mengukur gaya puntirnya.

22. Tracker Bearing (Universal Puller)

Salah satu jenis alat SST yang berguna untuk mempermudah melepaskan bantalan atau bearing dari shaft, sehingga kerusakan shaft bisa diminimalisir.

23. Valve Spring Compressor

Fungsinya adalah untuk melepas dan memasang katup mesin. Alat SST ini memiliki cara kerja dengan menekan pegas katup sehingga lock nut katup dapat dilepas, maka katup dan pegas katup dapat dilepas.

Akhir Kata

Demikian pembahasan mengenai SST Otomotif yang bisa Spbukita bagikan, semoga bisa bermanfaat dan juga membantu serta bisa menambah wawasan bagi para pembaca artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *