Abdullah Ginanjar Seorang Teknisi Yang Sekarang Ini Aktif Di Dunia Blogger

√ Fungsi Vacuum Advancer : Komponen & Cara Kerja

Fungsi Vacuum Advancer 1

Fungsi Vacum Advancer – Vacuum Advancer merupakan komponen yang bekerja secara mekanis yang digunakan untuk memundurkan atau memajukan timing pengapian, lalu mengapa harus dimundurkan atau dimajukan? perlunya dimundurkan timing pengapian karena ada beberapa kondisi mesin dimana sistem pengapian tidak dapat bekerja optimal jika tidak diubah timingnya.

Kondisi tersebut biasanya terjadi ketika mesin bekerja pada beban berat, dimana kondisi ini memaksa mesin bekerja pada posisi katup gas terbuka penuh tetapi RPM tidak sekencang seharusnya atau biasanya, sebab tertahan beban cukup berat.

Jika hal tersebut dibiarkan saja atau timing tidak dimundurkan, dikhawatirkan akan terjadi engine knocking, bahkan hingga mesin mati. Engine knocking bisa terjadi karena ada sebagian gas yang tidak terbakar ketika proses pembakaran, penyebabnya karena belum mencapai timing optimal pembakaran.

Sedangkan mesin bisa mati disebabkan karena hasil pembakaran bukan mendorong tetapi justru malah menahan laju piston. Semisal pembakaran terjadi pada sudut 8-10 derajat sebelum TDC dengan kondisi RPM menopang beban, bisa membuat piston akan tertahan karena daya dorong terjadi ketika piston belum mencapai titik nol (0) derajat. Pada kesempatan kali ini Spbukita akan memberikan informasi seputar fungsi dari vacuum advancer. Jadi bagi yang ingin mengetahui mengenai fungsi dari vacuum advancer, simak ulasan lengkapnya dari Spbukita tentang fungsi vacuum advancer dibawah ini.

Fungsi Vacuum Advancer

Fungsi Vacuum Advancer .

Diatas telah sedikit disinggung mengenai fungsi dari vacuum advancer, yaitu fungsi nya untuk memajukan timing pengapian berdasarkan beban mesin, beban mesin disini maksudnya berdasarkan kevakuman yang ada di karburator (diatas katup throtle), Semakin rendah beban mesin maka timing akan dibuat lebih maju.

Sebagai contoh mesin akan mengalami beban yang besar pada saat kendaraan berjalan di tanjakan, besar kecilnya beban mesin bisa diketahui dari kevakuman di intake manifold. Di saat beban besar maka kevakuman intake manifold rendah, sebab pada saat beban besar putaran mesin relatif rendah serta kondisi katup terbuka lebar. Hal ini berbeda ketika beban mesin rendah (misalnya pada saat jalanan menurun) dimana di posisi ini putaran mesin relatif tinggi serta katup gas terbuka sedikit.

Bukaan katup gas besar di saat beban berat, artinya jumlah udara serta bahan bakar yang masuk ruang bakar semakin banyak, sehingga kompresi serta campuran bahan bakar di ruang bakar meningkat yang mengakibatkan campuran campuran bahan bakar dan udara akan mudah terbakar. Karena itulah mengapa timing pengapian dibuat lebih mundur mendekati TMA, misal lima derajat sebelum TMA.

Sedangkan bukaan katup gas kecil ketika beban mesin rendah artinya jumlah bahan bakar serta udara yang masuk ke ruang bakar sedikit, sehingga kompresi rendah serta campuran udara dan bahan bakar akan sulit terbakar. Maka dari itu timing pengapian dibuat maju menjauhi TMA, misal 10 derajat sebelum TMA.

Komponen Atau Bagian-bagian Vacuum Advancer

Komponen Atau Bagian bagian Vacuum Advancer

Vacuum Advancer memiliki bentuk seperti piringan, dan terhubung dengan karburator melalui selang. Vacuum advancer dihubungkan dengan backing plate atau dudukan platina dan dipasang di distributor. Vacuum Advancer tersusun atas beberapa bagian, dimana setiap bagian mempunyai fungsi sendiri-sendiri, komponen atau bagian-bagian tersebut yaitu :

bagian vakum advancer 1
  1. Plat dudukan kontak pemutus (bergerak radial)
  2. Batang penarik
  3. Diafragma
  4. Pegas
  5. Langkah maksimum
  6. Sambungan selang vakum

Cara Kerja Vacuum Advancer

Cara Kerja Vacuum Advancer

Vacuum Advancer bekerja dengan memanfaatkan kevakuman, hal tersebut sesuai dengan namanya. Lalu kevakuman apa serta bagaimana mekanisme nya? berikut ini penjelasannya untuk anda.

Ketka kondisi normal, kevakuman pada atau didalam intake mesin cenderung besar karena ketika itu posisi katup gas tertutup dan RPM berkisar 800, kemudian ketika kondisi mesin menopang beban, katup gas akan terbuka tetapi RPM tidak bisa mencapai puncaknya mengakibatkan kevakuman di dalam intake turun. Hal tersebut dimanfaatkan sebagai sinyal untuk menentukan timing pengapian. Dengan begitu bisa ditarik kesimpulan bahwa titik pengapian mesin pada vacuum advancer dipengaruhi oleh ke vakuman intake manifold

1. Cara Kerja Pada Kondisi Tidak Bekerja (Saat Idle dan Beban Penuh)

Ketika Idle, ruangan diatas throtle kevakuman masih rendah sehingga membran pada vacuum advancer tidak tertarik dan backing plate di platina tidak berubah, artinya saat pengapian tidak dimajukan.

vakum advancer pada saat idle 1

Demikian juga ketika beban penuh atau katup gas/throtle terbuka lebar, maka kevakuman rendah serta tidak bisa membuat vacuum advancer bekerja.

cara kerja vakum advancer beban penuh

Kesimpulan kondisi saat Idle dan beban penuh :

  • Vacuum rendah, membran tidak tertarik
  • Kedudukan plat dudukan kontak pemutus tidak berubah (tetap pada kedudukan semula)
  • Timing pengapian tetap

2. Cara Kerja Vacuum Advancer Saat Bekerja

Ketika ada kevakuman diatas throtle baru vacuum advancer akan bekerja, yaitu ketika mesin beban rendah dan menengah (pada awal digas dan pertengahan). Di kondisi seperti inilah kevakuman diatas throtle tinggi yang mampu menarik membran pada vacuum advancer, kemudian diikuti backing plate bergerak maju berlawanan arah dengan putaran camlobe (di poros distributor), mengakibatkan timing pengapian dimajukan oleh vacuum advancer.

beban rendah dan menengah

Kesimpulan saat kondisi beban rendah dan menengah :

  • Kevakuman tinggi, membran tertarik
  • Plat dudukan kontak pemutus bergerak maju berlawanan arah dengan putaran kam governor
  • Timing pengapian dimajukan.

Nah begitulah kurang lebih cara kerja dari vacuum advancer.

Akhir Kata

Demikian pembahasan mengenai fungsi Vacuum Advancer yang bisa Spbukita bagikan, semoga bisa bermanfaat dan membantu serta bisa menambah wawasan bagi para pembaca artikel ini.

Abdullah Ginanjar Seorang Teknisi Yang Sekarang Ini Aktif Di Dunia Blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *